Sabtu, 28 Agustus 2021

 

PEMBENTUKAN KERANGKA KARBON DAN TRANSFORMASI GUGUS FUNGSI

Pada blog kali ini akan membahas mengerti pembentukan kerangka karbon dan juga transformasi gugus fungsi sehingga dapat dipahami bahwa terdapat tiga aspek penting dalam sintesis senyawa karbon

1.       Pembentukan kerangka karbon

Kerangka karbon dapat kita maksudkan dengan Tulang punggung atau hal yang penting untuk semua senyawa organik. Pada masing-masing atom karbon dapat membuat empat ikatan, dan pada saat bertambahnya panjang kerangka karbon, maka bisa terjadi perubahan struktural, seperti struktur cincin, ikatan rangkap, dan rantai samping bercabang. contohnya:


Adanya Ikatan antar karbon akan membentuk dasar kerangka karbon. Atom hidrogen mudah berikatan dengan atom karbon. Molekul yang didalamnya hanya terdapat hidrogen dan karbon dapat disebut dengan hidrokarbon. Hidrokarbon biasanya membentuk rantai panjang atau akan memiliki cabang yang menonjol di berbagai titik. Sifat unik molekul diberikan oleh gugus fungsi yang terikat pada kerangka karbon contohnya gugus amino (–NH2) atau metil (–CH3). Gugus fungsi dapat diisi atom selain karbon, mengganti sifat struktural dan kimia molekul.

kerangka karbon biasanya digunakan untuk menggambarkan pola di mana atom karbon terikat secara bersama pada sebuah molekul, tidak memperdulikan atom unsur lain dan perbedaan antara ikatan tunggal dan ganda. Terdapat tiga ciri berbeda yang memengaruhi bentuk kerangka karbon.

·         bentuk. contohnya,   rantai lurus, bercabang, atau kerangka cincin, tergantung pada senyawa organik apa yang di gambar.

                           

·         panjang, akan terlihat lebih jelas ketika dilihat pada kerangka karbon rantai lurus.

·         lokasi dan jumlah ikatan rangkap. Kerangka karbon akan bervarasi sesuai dengan ikatan rangkap tersebut berada. Tergantung pada berapa banyak ikatan rangkap yang ada, perbedaan ini bisa sangat terlihat. Contoh: alkena sangat berbeda dari diena karena jumlah ikatan rangkap yang ada dalam kerangka karbon.

                       

 

Untuk  sintesis kimia organik bisa dibentuk dengan membentuk kerangkan karbon. untuk dapat membuat ikatan karbon dapat dilaksanakan dengan reaksi pembentukan asetal, sianohidrin, imina dan enamina, dll

Ø  Reaksi Pembentukan Asetal merupakan  senyawa asetal yang didapatkan denga adanya reaksi adisi nukleofilik alkohol dengan gugus karbonil dari aldehid atau keton. Dengan persamaan:

                        


Ø  Reaksi Pembentukan Sianohidrin merupakan  senyawa sianohidrin yang didapatkan dengan adanya reaksi adisi nukleofilik ion sianida dengan gugus karbonil dari aldehid atau keton. Dengan persamaan:

                            

Ø  Reaksi Pembentukan Imina dan Enamina. Pada Senyawa imina didapatkan dengan adanya reaksi adisi-eliminasi suatu aldehid atau keton dengan amina primer. enamina didapatkan dari hasil reaksi adisi-eliminasi amina sekunder terhadap aldehid atau keton. Contoh reaksinya dinyatakan sebagai berikut:

                                   



Pada imina dan enamina memiliki kerangka karbon yang lebih besar daripada senyawa aldehid atau keton asalnya.

 

2.       Transformasi gugus fungsi

bagian spesifik yang ada di molekul dan mempunyai tugas terhadap ciri reaksi kimia dari molekul merupakan pengertin dari gugus fungsi. Pada Gugus fungsi  akan terjadi reaksi kimia yang sama atau mirip tanpa memperdulikan ukuran molekulnya. Dengan begitu tersebut maka  untuk diperkirakan secara teratur dan sifat pada senyawa kimia ,  bentuk dari tiruan kimianya. berikutnya, reaktivitas gugus fungsional dapat dirombak oleh gugus fungsional lain di dekatnya. pada sintesis organic ini, interkonversi gugus fungsional merupakan pilihan dasar untuk  transformasi.

·         Transormasi gugus hidroksil, dimana gugus hidrokasil merupakan salah satu gugus yang mana didalamnya terdapat –OH yang dipakai sebagai gugus atom yang bertukar dengan atom hydrogen. Gugus hidroksil dapat ditransformasikan menjadi seperti gambar:

                                   


                                 

·         Transformasi gugus amino, dimana didalamnya terdapat karboksil (-COOH) dan amina (-NH2). Gugus amino dapat di transformasikan menjadi seperti gambar  

·         Transformasi senyawa halogen, dimana halogen termasuk didalam golongan 7 sehingga jika ditransformasikan menjadi seperti yang ada digambar:

              

·         Transformasi gugus nitro, dimana gugus nitro ini didalamnya terdapat gugus fungsi nitro (-NO2). Sehingga jika kita transformasikan menjadi seperti yng ada digambar:

               

·         Transformasi gugus asam karboksilat dan turunannya, dimana pada asam karboksilat ini didalamnya terdapat karboksil (-COOH) didalamnya. Sehingga jika kita transformasikan dapat menjdi seperti yang ada digambar:


berikut link presentasi: https://www.youtube.com/watch?v=jSi4-_lIe90 


Permasalahan:

1.       Apakah dengan mengubah  jumlah ikatan maka pasti akan mengubah sifat dari molekul?

2.   Untuk  sintesis kimia organik bisa dibentuk dengan membentuk kerangkan karbon. untuk dapat membuat ikatan karbon dapat dilaksanakan dengan reaksi pembentukan asetal, sianohidrin, imina dan enamina. Kenapa pembentukan sintetis kimia bisa dibentuk dengan membentuk  kerangka karbon?

3.    Pada  reaksi sianohidrin datangnya gugus nitril akan membentuk apa? Jelaskan!





















  hubungan struktur dan kereaktifan senyawa-senyawa turunan flavonoid flavanaoid adalah metabolit sekunder penting pada tumbuhan dan turun...