PEMBENTUKAN KERANGKA
KARBON DAN TRANSFORMASI GUGUS FUNGSI
Pada blog kali ini akan membahas mengerti pembentukan
kerangka karbon dan juga transformasi gugus fungsi sehingga dapat dipahami
bahwa terdapat tiga aspek penting dalam sintesis senyawa karbon
1.
Pembentukan kerangka karbon
Kerangka karbon dapat kita maksudkan dengan
Tulang punggung atau hal yang penting untuk semua senyawa organik. Pada
masing-masing atom karbon dapat membuat empat ikatan, dan pada saat bertambahnya
panjang kerangka karbon, maka bisa terjadi perubahan struktural, seperti
struktur cincin, ikatan rangkap, dan rantai samping bercabang. contohnya:

Adanya Ikatan antar karbon akan membentuk
dasar kerangka karbon. Atom hidrogen mudah berikatan dengan atom karbon.
Molekul yang didalamnya hanya terdapat hidrogen dan karbon dapat disebut dengan
hidrokarbon. Hidrokarbon biasanya membentuk rantai panjang atau akan memiliki cabang
yang menonjol di berbagai titik. Sifat unik molekul diberikan oleh gugus fungsi
yang terikat pada kerangka karbon contohnya gugus amino (–NH2) atau metil (–CH3).
Gugus fungsi dapat diisi atom selain karbon, mengganti sifat struktural dan
kimia molekul.
kerangka karbon biasanya digunakan untuk
menggambarkan pola di mana atom karbon terikat secara bersama pada sebuah
molekul, tidak memperdulikan atom unsur lain dan perbedaan antara ikatan
tunggal dan ganda. Terdapat tiga ciri berbeda yang memengaruhi bentuk kerangka
karbon.
·
bentuk. contohnya, rantai
lurus, bercabang, atau kerangka cincin, tergantung pada senyawa organik apa
yang di gambar.

·
panjang, akan terlihat lebih jelas ketika dilihat
pada kerangka karbon rantai lurus.
·
lokasi dan jumlah ikatan rangkap. Kerangka
karbon akan bervarasi sesuai dengan ikatan rangkap tersebut berada. Tergantung
pada berapa banyak ikatan rangkap yang ada, perbedaan ini bisa sangat terlihat.
Contoh: alkena sangat berbeda dari diena karena jumlah ikatan rangkap yang ada
dalam kerangka karbon.

Untuk sintesis kimia organik bisa
dibentuk dengan membentuk kerangkan karbon. untuk dapat membuat ikatan karbon
dapat dilaksanakan dengan reaksi pembentukan asetal, sianohidrin, imina dan
enamina, dll
Ø
Reaksi Pembentukan Asetal merupakan senyawa asetal yang didapatkan denga adanya
reaksi adisi nukleofilik alkohol dengan gugus karbonil dari aldehid atau keton.
Dengan persamaan:
Ø
Reaksi Pembentukan Sianohidrin merupakan senyawa sianohidrin yang didapatkan dengan
adanya reaksi adisi nukleofilik ion sianida dengan gugus karbonil dari aldehid
atau keton. Dengan persamaan:

Ø
Reaksi Pembentukan Imina dan Enamina. Pada
Senyawa imina didapatkan dengan adanya reaksi adisi-eliminasi suatu aldehid
atau keton dengan amina primer. enamina didapatkan dari hasil reaksi
adisi-eliminasi amina sekunder terhadap aldehid atau keton. Contoh reaksinya
dinyatakan sebagai berikut:
Pada imina dan enamina memiliki kerangka karbon yang lebih besar daripada
senyawa aldehid atau keton asalnya.
2.
Transformasi gugus fungsi
bagian spesifik yang ada di molekul dan
mempunyai tugas terhadap ciri reaksi kimia dari molekul merupakan pengertin
dari gugus fungsi. Pada Gugus fungsi akan
terjadi reaksi kimia yang sama atau mirip tanpa memperdulikan ukuran molekulnya.
Dengan begitu tersebut maka untuk
diperkirakan secara teratur dan sifat pada senyawa kimia , bentuk dari tiruan kimianya. berikutnya,
reaktivitas gugus fungsional dapat dirombak oleh gugus fungsional lain di
dekatnya. pada sintesis organic ini, interkonversi gugus fungsional merupakan
pilihan dasar untuk transformasi.
·
Transormasi gugus hidroksil, dimana gugus
hidrokasil merupakan salah satu gugus yang mana didalamnya terdapat –OH yang
dipakai sebagai gugus atom yang bertukar dengan atom hydrogen. Gugus hidroksil
dapat ditransformasikan menjadi seperti gambar:

·
Transformasi gugus amino, dimana didalamnya
terdapat karboksil (-COOH) dan amina (-NH2). Gugus amino dapat di
transformasikan menjadi seperti gambar 

·
Transformasi senyawa halogen, dimana halogen
termasuk didalam golongan 7 sehingga jika ditransformasikan menjadi seperti
yang ada digambar:

·
Transformasi gugus nitro, dimana gugus nitro ini
didalamnya terdapat gugus fungsi nitro (-NO2). Sehingga jika kita
transformasikan menjadi seperti yng ada digambar:

·
Transformasi gugus asam karboksilat dan
turunannya, dimana pada asam karboksilat ini didalamnya terdapat karboksil
(-COOH) didalamnya. Sehingga jika kita transformasikan dapat menjdi seperti
yang ada digambar:
Permasalahan:
1. Apakah dengan mengubah jumlah ikatan maka pasti akan mengubah sifat dari molekul?
2. Untuk
sintesis kimia organik bisa dibentuk dengan membentuk kerangkan karbon.
untuk dapat membuat ikatan karbon dapat dilaksanakan dengan reaksi pembentukan
asetal, sianohidrin, imina dan enamina. Kenapa pembentukan sintetis kimia bisa
dibentuk dengan membentuk kerangka
karbon?



baiklah, saya Putri Mayang Sari dengan NIM A1C119056 akan menjawab pertanyaan no.1 yaitu apakah dengan mengubah jumlah ikatan maka pasti akan mengubah sifat dari molekul?
BalasHapusjawabannya adalah ya, dengan berubahnya jumlah ikatan akan membuat sifat dari molekul berubah, seperti misalnya pada asam lemak dengan ekor hidrokarbon panjang dengan satu atau lebih ikatan rangkap akan berperilaku berbeda dari asam lemak tanpa ikatan rangkap.
Baiklah saya yiyin novela dengan nim A1C119062, ingin menjawab pertanyaan no 3.
BalasHapusdengan datangnya gugus nitril maka satu atom karbon pada kerangka karbon dari aldehid atau keton awalnya. Hidrolisis pada gugus nitril akan didapatkan asam karboksilat
Baiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) izin menjawab permasalahan nomor 2.
BalasHapusHal itu dikarenakan sintets kimia dibentuk dari senyawa organik kompleks dengan senyawa sederhana diawal pembentuknnya oleh serangkaian reaksi kimia sehingga dapat terbentuklah dari kerangka karbon yang telah terbentuk dari senyawa sederhana.