Minggu, 03 Oktober 2021

 

hubungan struktur dan kereaktifan senyawa-senyawa turunan flavonoid

flavanaoid adalah metabolit sekunder penting pada tumbuhan dan turunan yang berasal dari 2-phenyl-benzyl-γ-pyrone dengan biosintesis menggunakan jalur fenilpropanoid. Di tumbuhan flavonoid ini memiliki tugas seperti memberi warna, rasa pada biji, bunga, dan buah serta aroma. Flavonoid juga dapat  memproteksi tumbuhan dari pengaruh lingkungan. flavonoid terdiri dari dua gugus aromatik yang disatukan oleh jembatan karbon (C6-C3-C6 ). Flavonoid dapat dibagi menjadi:

1.      Flavon. flavon terdiri dari ikatan rangkap antara posisi 2′dan 3′, dan juga mempunyai keton pada posisi 4. Sebagian besar flavon mempunyai gugus hidroksil pada posisi 5. Flavon pada tumbuhan terdapat di seledri, kamomil, dll.

     


2.      Flavonol. Pada flovanol, Gugus aromatic cincin B memiliki tanggung jawab atas aktivitas flavonol dikarenakan  ikatan rangkap konjugasi pada nomor 2′ dan 3′ memiliki kemampuan untuk mengganti elektron dari cincin B ke radikal bebas dan memecah radikal bebas . flavonol banyak terdapat pada tomat, apel, anggur, dll.

                                            


3.      Flavanon. Pada flavanon ini memiliki kekhasan yaitu cincin C yang saturasi, mempunyai ikatan rangkap diantara posisi 2 dan 3 dan ini yang membedakan dengan flavon. Pada  flanavon banyak terdapat pada  jeruk, anggur dan lemon

                                                        


4.      Flavanol. Pada flavanol tidak terdapat ikatan rangkap pada posisi 2 dan 3 dan juga gugus hidroksi yang selalu melekat di posisi 3 pada cincin C. Flavanol dapat ditemukan pada teh, kiwi, apel, kokoa, dan anggur merah.

                                                        


5.      Antosianidin. Antosianidin yang sering ditemukan adalah aglikon dengan struktur dasarnya flavylium. Antosianidin ini banyak ditemukan pada kokoa, sereal, kacang-kacangan, madu, teh dan beri-berian

                    


6.      Kalkon. Merupakan senyawa unik dan banyak terdapat pada seperti tomat, stroberi, pir, beri-berian dan gandum

 

Flavonoid dapat mengurangi kadar glukosa pada darah yang dialami oleh penderita diabetes dengan cara membatasi penyerapan glukosa atau meningkatkan toleransi terhadap glukosa dan meningkatkan sekresi insulin, selain itu flavonoid dapat merangsang penyerapan glukosa pada jaringan perifer dan mengatur kerja enzim yang terlibat dalam jalur metabolisme karbohidrat. Pada adam hawa itu terdapat antsianin, sedangkan pada pucuk merah terdapat kalkon. Dimana Antosianin ini merupakan senyawa yang terdapat di flavonoid dan memiliki beberapa gugus hidroksil yang berperan terhadap sekresi insulin dari sel β pankreas, sehingga memiliki aktivitas hipoglikemik. Sedangkan pada Flavonoid jenis kalkon  berpotensial sebagai antidiabetes disebabkan efektif sebagai Alfa-glukosidase yang berfungsi mengatur homeostasis gula. 

Dalam modifikasi flavonoid dapat dilakukan dengan proses ekstraksi dengan memakai pelarut etanol 96%. Sebanyak 150 gram serbuk daun adam hawa dan 550 gram daun pucuk merah kemudian diekstraksi dengan metode maserasi selama 7 hari dan  diaduk sesekali sehingga sampel bagian bawah berada pada bagian atas, filtrat yang diperoleh kemudian disaring. Ekstrak cair kemudian dilakukan mengekatkan dengan  memakai rotary vacum evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental. Dan Identifikasi golongan senyawa dilakukan dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT)

1.      Pada jurnal yang dijelaskan, yaitu berdasarkan turunan flavonoid itu pada antosianin dan kalkon itu efektif terhadap anti diabetes, selain kesamaan antosianin dan kalkon tersebut dalam anti diabetes apakah  keduanya juga dapat efektif dalam mengatasi penyakit yang lain ?

1.      Pada jurnal disebutkan bahwa antosianin dapat digunakan sebagai anti diabetes, anti hipoglikemik, anti hipertensi,dpat menurunkan kolesterol, dll hal apa yang menyebabkan hal tersebut sehingga antosianin lebih banyak digunakan dalam bidang kesehatan?

1.      Pada jurnal tersebut disebutkan bahwa Studi terdahulu menunjukkan efek hipoglikemik dari flavonoid yang telah terbukti memberi efek menguntungkan sebagai antidiabetes mellitus. Seberapa penting efek hipoglikemik sebagai antidiabetes?






3 komentar:

  1. Baiklah saya akan menjawab pertanyaan no 3 yaitu , hipoglikemia sendiri merupakan keadaan ketika kadar gula di dalam darah berada di bawah normal. Kondisi ini sering dialami oleh penderita diabetes akibat obat-obatan yang dikonsumsi Hipoglikemia yang terlambat ditangani bisa mengakibatkan penurunan kesadaran dan kejang, hingga kerusakan permanen pada otak

    BalasHapus
  2. baiklah, saya Putri Mayang Sari A1C119056 akan menjawab pertanyaan no. 2, hal itu disebabkan oleh adanya proses oksidasi yang terjadi secara terus menerus di dalam tubuh, sehingga menyebabkan kerusakan selatau pertumbuhan sel yang tidak bisa dikendalikan menjadi lipid peroksida atau malondialdehyde (MDA) yang berujung pada kematian sel di berbagai jaringan tubuh

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Erina Shafura (A1C119068), izin menjawab permasalahan Mitha no. 1 iya, selain dapat melakukan anti diabetes, kalkon dan antosianin ini juga dapat membantu dalam bidang kesehatan. Dimana antosianin dan kalkon ini dapat digunakan sebagai antioksidan atau zat yang dapat mencegah atau memperlambat kerusakan sel akibat radikal bebas.

    BalasHapus

  hubungan struktur dan kereaktifan senyawa-senyawa turunan flavonoid flavanaoid adalah metabolit sekunder penting pada tumbuhan dan turun...